Tes Kehamilan

  1. Judul      : Pemeriksaan HCG (Human Chorionic Gonadotrophin )
  2. Metode : Test Pack (Strip)
  3. Tujuan  :Untuk mengetahui adanya hormone HCG di dalam urin untuk tes kehamilan dengan teknik imunologik
  4. Prinsip : Immunokromatografi
    HCG di dalam urin akan berikatan dengan anti HCG (anti HCG ini terikat dengan koloid kompleks berwarna pink).
  5. Tinjauan Pustaka :

Hormon adalah zat aktif yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin, yang masuk ke dalam peredaran darah untuk mempengaruhi jaringan secara spesifik. Hormon biokimia dalam kehamilan ada Hormon Kehamilan HCG (Human Chorionic Gonadotrophin ). Hormon kehamilan ini hanya ditemukan pada tubuh seorang wanita hamil yang dibuat oleh embrio segera setelah pembuahan dan karena pertumbuhan jaringan plasenta. Hormon kehamilan yang dihasilkan oleh villi choriales ini berdampak pada meningkatnya produksi progesterone oleh indung telur sehingga menekan menstruasi dan menjaga kehamilan. Produksi HCG akan meningkat hingga sekitar hari ke 70 dan akan menurun selama sisa kehamilan. Hormon ini merupakan indikator yang dideteksi oleh alat test kehamilan yang melalui air seni. Jika, alat test kehamilan mendeteksi adanya peningkatan kadar hormon HCG dalam urine, maka alat test kehamilan akan mengindikasikan sebagai terjadinya kehamilan atau hasil test positif. Dampak Kadar HCG yang tinggi dalam darah menyebabkan mual muntah (morning sickness). Hormone Kehamilan yang lain adalah HPL (Human Placental Lactogen),  Hormon relaxin, hormone estrogen, hormon progesterone dan hormone MSH ( Melanocyte Stimulating Hormone)

Menurut Frandson (1993) Human Chorinic Gonadotropin (HCG) adalah suatau glikoprotein yang mengandung galaktosa dan heksosamin. Kadar HCG meningkat dalam darah dan urine segera setelah implantasi ovum yang sudah dibuahi. Dengan demikian ditemukannya HCG merupakan dasar bagi banyak tes kehamilan (Murray et al, 1999). Tes kehamilan menggunakan urine, ,karena dalam wanita hamil mengadung HCG (Human Chorionic Gonadotropin). HCG yaitu suatau hormon glikoprotein yang mempertahankan system reproduksi wanita dalam keadaan cocok untuk kehamilan . HCG disentesa pada retikulum endoplasma kasar, glikosilasi disempurnakan apparatus golgi (Johnson,1994). HCG dapat juga digunakan dalam upaya mersinkronkan ovulasi dan perkawinan yang diperlukan agar terjadi suatu konsepsi (Frandson,1993). Bila terdapat HCG dalam urine , HCG terikat pada antibodi dan dengan demikian akan mencegah aglutinasi partikel lateks yang dilapisi HCG yang diperlihatkan oleh antibodi tersebut. Dengan demikian uji kehamilan positif apabila tidak terjadi aglutinasi, dan kehamilan negatif jika terjadi aglutinasi (Pearce , 1997 ).

Uji kehamilan yang paling sering ditemui adalah dengan pemeriksaan urin. Kadar minimal beta hCG dalam urin untuk menghasilkan hasil yang positif berkisar antara 20-100 mlU/mL (meskipun pada test pack mengatakan mempunyai batas minimal 5 mlU/mL).   Sebelum immunoassay(antigen-antibodi) tersedia pada tahun1960-an uji-uji kehamilan menggunakan bioassay yang memerlukan hewan seperti kelinci, tikus dan katak untuk membuktikan adanya HCG dalam serum atau urine. Dewasa ini tes tersebut telah diganti dengan tes imunologik yang menggunakan antibody terhadap HCG (sacher, 2004).

HCG memiliki dua berkas genetic yaitu CGA dan CGB. Fungsi dari hCG yaitu berinteraksi dengan reseptor LHCG dan mempromosikan pemeliharaan korpus luteum selama awal kehamilan, sehingga menyebabkan ia mensekresikan hormon progresteron. Progresteron memperkaya rahim dengan tebal lapisan dari pembuluh darah dan kapiler sehingga dapat menopang pertumbuhan janin.

Ada beberapa cara yang digunakan untuk uji kehamilan pada saat ini, berbagai macam reaksi antara lain:

  1. Reaksi dari hogben

Menggunakan kodok afrika selatan yaitu  xenovus laevis dimana suntikkan 2 cc urin wanita hamil. Reaksi positif ditandai dengan keluarnya telur dalam waktu 12-24 jam.

  1. Reaksi dari consulof

Menggunakan kodok berwarna yaitu rana exculenta yang seelumnya telah diamil    kelenjar hypohysenya lebih dahulu sehingga warna kodok memucat. Kemudian disuntikkan 2,5 cc urin wanita hamil. Hasil positif bila warna kodok berubah menjadi coklat.

  1. Reaksi dari Friedman

Menggunakan kelinci betina yang telah 3 minggu di asingkan sehingga tidak berhubungan dengan kelinci jantan, dimana disuntikkan 5 cc urin wanita hamil intravena pada vena telinga kelinci selama 2 hari berturut-turut. Setelah 2 jam dilakukan laparotomi, diambil ovarium dan diperiksa. Hasil psitif bila ditemukan korpus rubra dan lutea.

  1. Reaksi Galli Mainini

Menggunakan kodok jantan yaitu buffo vulgaris dimana disuntikkan 5 cc urin wanita hamil pada bagian bawah kulit perut kodok. Hasil positif ditandai dengan adanya sperma pada air kemih kodok yang telah didiamkan selama 3 jam.

  1. Reaksi Aschim Zondek

Menggunakan 5 ekor tikus betina imatur, pada hari kelima diadakan operasi pada tikus yang telah disuntik dengan urin wanita hamil tersebut. Operasi dititikberatkan pada perubahan ovarium tikus putih. Hasil positif jika terdapat korpus rubrum.

  1. Test Pack

Test pack merupakan alat uji kehamilan yang sangat simple dan dapat dilakukan dirumah. Bentuk test pack ini ada dua macam yaitu strip dan compact. Bentuk strip harus dicelupkan kedalam urin yang telah ditampung pada sebuah wadah atau disentuhkan pada saat buang air kecil. Sedangkan bentuk compact yaitu dengan meneteskan urin langsung pada bagian tertentu dari alatnya.

Alat uji kehamilan ini memiliki dua buah garis. Garis yang pertama mengisyaratkan test dilakukan dengan benar, yang biasa disebut dengan garis kontrol. Garis tersebut akan tampak bila test pack mendapatkan cukup urin untuk diuji. Sementara garis kedua menunjukkan hasil test, yang merupakan bagian alat yang memiliki antibody yang bereaksi dengan hCG dan dapat berubah warna apabila hormon ini terdeteksi.

  1. Test kehamilan Plano-test

Tes ini menggunakan urin pagi wanita hamil dengan mereaksikan kit neo planotest duoclon. Dengan melihat ada atau tidaknya aglutinasi saat pencampuran. Hasil positif ditandai dengan adanya aglutinasi.

Test Pack

Alat tes kehamilan yang praktis ini dikenal dengan nama test pack. Test pack mendeteksi keberadaan hormone HCG dalam urin.  Hormon HCG kehamilan ini hanya terbentuk ketika sel telur yang sudah dibuahi menempel di dinding rahim, atau sekitar 6 hari setelah zigot menempel di dinding rahim. Jumlah hormon ini akan meningkat seiring kehamilan dan mencapai puncaknya pada 60-90 hari kehamilan. Alat ini mendeteksi konsentrasi hCG dalam satuan miliInternational Units (mlU). Semakin kecil nilainya, maka alatnya akan semakin sensitif.

Bentuk test pack ini ada dua macam, setrip dan compact.

Hasil tes juga tergantung dari :

  • Cara penggunaanya. Ikuti petunjuk penggunaan dengan benar, waktu membaca hasil, tanggal kadaluarsa alat tes. Terlalu banyak minum sebelum tes juga bisa mempengaruhi keakuratan tes. Kandungan air yang terlalu banyak dalam urin mengencerkan kadar hormon hCG sehingga sulit dideteksi alat tes kehamilan.
  • Waktu penggunaan.
  • Sebagian besar obat tidak berpengaruh pada hasil tes, kecuali obat tersebut mengandung  hormon hCG. Misalnya, obat untuk meningkatkan kesuburan seseorang.

Tes Kehamilan

Pemeriksaan laboratorium meliputi:

  1. Cara biologis

Dilakukan menggunakan hewan percobaan, adanya HCG akan menyebabkan reaksi pada organ tertentu.

  1. Cara Imunologi

Tes berdasarkan reaksi antigen (HCG) dengan antibody (anti HCG):

  1. Aglutinasi Direct
  2. Aglutinasi Inhibisi (hambatan aglutinasi)
  3. Immunokromatografi Tes Strip
  4. Immunokromatografi Tes Pack

Alat dan Bahan :

  1. Alat   :
  2. Test pack strip
  3. Wadah urin
  4. Bahan : Urin pagiAlat tes kehamilan test strip

  • Cara kerja :
  1. Menyiapkan alat dan bahan.
  2. Membaca petunjuk penggunaan alat.
  3. Membuka sachetnya dan mengeluarkan strip test
  4. Mencelupkan strip test ke dalam tempat urin sampai batas max, jangan melebihi garis maksimal, menunggu sekitar 30-60 detik.
  5. Mengangkat strip test, menunggu 1-2 menit sampai terlihat garis merah pada strip
  6. Membaca hasil pada strip test.

INTERPTERASI HASIL

Positif     = jika ada dua garis merah pada strip test pada control band dan test band          Negative =  jika hanya ada satu garis merah pada strip test yaitu pada control band

Interpretasi Hasil test kehamilan

  • Hasil Percobaan

Dari hasil praktikum tentang Penentuan HCG Dalam Urine dapat diketahui bahwa urine   sampel menunjukkan dua strip pada test slide yang berarti positif hamil.

  • Pembahasan

Pada praktikum ini kami mendeteksi adanya hormone hCG pada urin. Dari hasil praktikum urin sampel positif mengandung hCG. Ditandai dengan terbentuknya dua garis pada control band dan test band. Ini berarti wanita tersebut positif hamil. Dalam pemerikssan ini kami menggunakan alat test pack. Prinsip dari alat ini adalah immunochromatographic assay atau immunochromatographic flow test. Komposisi dari alat ini adalah setiap strip test mengandung campuran nitrocellulose membrane dengan 0,6 mikogram Anti-HCG capture antibody, 0,6 mikogram Anti-Mouse IgG, 0,07 mikogram Anti-HCG antibody gold. Ada kaitannya dengan immunologi, yaitu adanya hubungan ikatan antara antigen dan antibody. Alat tes kehamilan terdiri dari membrane yang telah dilapisi dengan anti hCG pada test line/capture, ini berarti pada daerah itu hanya akan membentuk garis warna apabila ada hCG dalam urin sampel. hCg adalah hormone yang sangat spesifik ada dalam urin ibu hamil. Tidak adanya hormon HCG, maka tidak akan terbentuk pita di daerah tes. Reaksi pencampuran berlanjut di sepanjang absorban melewati daerah tes dan kontrol. Keuntungan penggunaan teknik imunokromatografi adalah mudah dilakukan, hasil cepat (3-10 menit), sentrifugasi atau filtrasi tidak diperlukan, bersifat spesifik. Kerugian teknik ini, diperlukan kadar HCG minimal 1,5-2,5IU/ml hingga muncul reaksi positif, sehingga pada kadar yang lebih rendah tidak akan bereaksi, dan dapat menimbulkan hasil uji yang palsu.

Prinsip tes imunologik ini adalah berdasarkan terjadinya reaksi imunologis kimiawi antara HCG dalam urin dengan antobodi HCG (anti HCG). Suspensi lateks mengandung antibody monoclonal anti HCG dengan natrium azida sebagai pengawet sebagai anti HCG dan hormon HCG yang terkandung dalam urin sebagai antigen. Ketika anti HCG (antibodi) bertemu dengan antigen (hormon HCG) maka terbentuklah kompleks imun(kompleks antigen-antibody /immunoassay)

Mekanisme immunokromatografi Tes:

  • Pada daerah sampel berisi anti alpha HCG berlebih
  • Garis control (C) berisi anti beta dan alpha beta HCG
  • Garis test (T) berisi anti beta HCG
  • Urine wanita hamil mengandung alpha dan beta HCG
    1. Bila urin tidak mengandung HCG, maka saat urin dicelupkan yang bergerak hanya anti alpha HCG menuju garis C dan bereaksi dengan anti beta-alpha beta HCG dan akan membentuk garis merah pada C dan tidak pada T.
    2. Bila urin mengandung HCG, maka saat urin dicelupkan yang bergerak anti alpha HCG dan alpha beta HCG urin menuju anti beta menuju garis T yang berikatan membentuk garis merah

Terdapat 3 antibodi anti HCG pada strip

Antibodi tersebut adalah antibodi anti HCG yang pertama (kita sebut saja anti HCG-1), antibodi anti HCG yang kedua (anti HCG-2) dan anti-anti HCG-1 (antibodi dengan anti HCG-1 sebagai antigen). Ketiga antibodi itu terletak di lokasi yang berbeda dengan sifat yang berbeda pula. Anti HCG-1 bersifat mobile sehingga bisa ikut berpindah ke area Test (T) dan Control (C) melalui gerakan kapilaritas. Anti HCG-1 merupakan antibodi monoklonal sedangkan anti HCG-2 bersifat poliklonal. Anti HCG-2 di area T dan anti-anti HCG-1 di area C bersifat fixed atau tertanam, artinya tidak dapat berpindah sehingga tidak ikut mengalir/berpindah tempat.

Bila urin mengandung HCG. HCG sebagai antigen, akan berikatan dengan anti HCG. Gaya kapilaritas membawa senyawa ikatan HCG dan anti HCG-1 menuju daerah T. Di daerah T, anti HCG-2 akan berikatan dengan HCG yang telah berikatan dengan anti HCG-1 namun pada epitop yang berbeda. Terbentuklah kompleks anti HCG-1, HCG, dan anti HCG-2. Enzim menjadi aktif dan daerah T berwarna merah. Selanjutnya, sisa anti HCG-1 yang belum berikatan dengan HCG akan menuju daerah C dan berikatan dengan anti-anti HCG-1. Kompleks ini akan mengaktifkan enzin sehingga daerah T berwarna merah. Pada akhirnya, akan terlihat dua strip merah yaitu pada daerah T dan daerah C dan diintepretasikan sebagai hasil positif hamil.

Bila urin tidak mengandung HCG. Urin tidak mengandung HCG sehingga tidak terjadi kompleks anti HCG-1 dengan HCG. anti HCG-1 yang bebas kemudian menuju ke area T tempat anti HCG-2. Karena tidak ada HCG maka tidak akan terjadi interaksi antara anti HCG1 dan anti HCG-2 melalui perlekatan dengan HCG pada epitop berbeda. Enzim pada anti HCG-1 tetap inaktif dan reaksi enzimatis pembentukan warna tidak terjadi. Akibatnya anti HCG-1 akan terus ikut gaya kapilaritas menuju daerah C. Di daerah ini terjadi kompleks antigen antibodi yaitu anti HCG-1 (sebagai antigen) dengan anti anti HCG-1 (sebagai antibodi terhadap anti-HCG-1). Kompleks ini membuat enzim aktif sehingga terbentuk warna merah. Warna merah hanya pada area C sehingga hanya ada satu garis dan diintepretasikan sebagai hasil negatif hamil (tidak hamil).
Reaksi pembentukan kompleks antigen antibodi antara HCG sebagai antigen dan anti HCG sebagai antibody bersifat spesifik. Antibodi akan mengenali antigen pada lokasi tertentu yang disebut epitop. Antibodi poliklonal adalah antibodi yang mengenali suatu antigen melalui ikatan dengan epitop yang bervariasi karena berasal dari sel B yang berbeda-beda. Sedangkan antibodi monoklonal lebih spesifik mengenali antigen pada satu epitop tertentu karena berasal dari satu sel B yang dibiakan.

ab-ag beta hcg area control c area t-test

Ketika alat tes menyentuh urine, akan terjadi perubahan warna, pertambahan garis, atau tanda tertentu (positif), yang menunjukkan ditemukannya hCG di dalam urine. Yang berbentuk setrip umumnya akan menunjukkan dua garis merah bila terdapat hCG di urine sebagai tanda positif hamil. Bila tidak ada hCG dalam urine, yang akan muncul adalah tanda satu setrip saja yang berarti negatif, atau tidak hamil. Sedangkan pada alat yang berbentuk compact, jika urine yang disentuhkan mengandung hCG, maka akan muncul tanda positif. Sebaliknya, jika urine tidak (cukup) mengandung hCG maka yang muncul adalah tanda negatif, berarti tidak hamil.

Test pack akan menunjukkan hasil akurat jika digunakan dua hari sebelum tanggal datang bulan (tanggal ini dapat dihitung jika siklus menstruasi Anda teratur, yaitu 28 hari), atau 12 hari setelah berhubungan seks di masa subur. Atau, untuk mudahnya setelah diketahui adanya keterlambatan menstruasi.

                        Ada anggapan bahwa melakukan tes kehamilan paling bagus dilakukan pada pagi hari. Anggapan itu tidak mutlak benar. Tes kehamilan dapat dilakukan kapan saja. Namun, memang urine di pagi hari lebih pekat, sehingga kemungkinan deteksi kadar hCG oleh alat tes menjadi lebih mudah, karena cairan yang kita minum dapat mengencerkan hCG dalam urin. Pada saat tidur kita tidak minum selama berjam-jam sehingga jika ada kenaikan hCG lebih mudah untuk terdeteksi pada pagi hari meskipun sebenarnya tes ini dapat dilakukan sewaktu-waktu.

Sebagai catatan, tanda positif pada alat tes kehamilan pribadi tidak mengindikasikan apakah kehamilan itu normal (sehat) atau tidak. Alat tes ini hanya mendeteksi keberadaan hCG yang tetap diproduksi tubuh Anda meskipun yang terjadi adalah kehamilan anggur. Kehamimlan anggur merupakan kehamilan abnormal. Dalam kehamilan ini yang terbentuk bukan janin, melainkan gelembung-gelembung yang menyerupai buah anggur (gelembung mola).

Tips supaya hasil lebih akurat :

  1. Pada saat membeli pilih alat yang paling sensitive
  2. Alat ini sangat terpengaruh oleh tempat penyimpanan sehingga lebih baik untuk membelinya dekat dengan waktu pemeriksaan.
  3. Baca instruksi cara penggunaan dan pembacaan hasil karena berbeda merk bisa saja berbeda cara penggunaan.
  4. Lakukan tes kehamilan pada pagi hari karena pada saat ini konsentrasi urin pekat, apabila ada kenaikan hCG maka lebih mungkin menunjukan hasil positif pada test pack.

Bila Negatif. Apabila hasilnya negatif namun anda masih yakin kalau hamil maka bisa diulang 3 hari setelahnya karena kadar hormon hCG meningkat dua kali lipat pada 6 minggu pertama kehamilan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s